Faktapalembang.id, NASIONAL – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, membawa kabar segar bagi pelaku pasar modal tanah air. Usai melakukan pertemuan strategis dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Iman mengungkapkan sejumlah rencana besar yang tengah digodok untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, kolaborasi BEI dengan Danantara menjadi sorotan utama. BEI secara proaktif menawarkan berbagai inovasi produk keuangan yang dirancang khusus untuk bersinergi dengan lembaga tersebut. Dua poin utama yang menjadi pembahasan adalah potensi pembentukan indeks khusus bernama Indeks Danantara dan rencana perluasan jangkauan Exchange Trade Fund (ETF) hingga ke pasar global.
Iman Rachman menjelaskan bahwa diskusi mengenai produk-produk ini masih berjalan dinamis. Pihaknya berupaya agar saham-saham unggulan Indonesia dapat lebih dikenal dan diperdagangkan di kancah internasional melalui mekanisme ETF.
“Kita tawarin beberapa produk ke Danantara termasuk salah satunya indeks. Tapi beberapa produk, itu hanya salah satu yang lagi didiskusikan oleh Danantara. Termasuk juga kita lagi coba tawarkan ETF, underlying-nya saham-saham kita itu listing di Bursa lain. Tapi underlying-nya saham-saham kita,” ujar Iman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, Iman memaparkan visi ambisius mengenai perluasan jangkauan produk ETF tersebut. Ia menargetkan agar produk ini nantinya dapat tercatat (listing) di bursa saham kawasan Asia Tenggara (ASEAN) hingga menjangkau pasar Asia yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak arus modal asing ke perusahaan-perusahaan Indonesia.
Terkait dengan wacana pembentukan Indeks Danantara, Iman memberikan klarifikasi bahwa hal tersebut masih dalam tahap kajian awal. Inisiatif ini mirip dengan langkah BEI sebelumnya yang telah sukses meluncurkan indeks IDXBUMN20, sebuah indeks yang mengukur kinerja 20 saham BUMN pilihan dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar.
“Ini belum sampai detail, baru kita tawarkan pakai nama Danantara,” tambah Iman.
Sinyal positif mengenai kolaborasi BEI dengan Danantara ini juga dikonfirmasi oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Melalui unggahan di media sosial, Rosan menegaskan komitmennya untuk mendorong inovasi di pasar modal Indonesia. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya soal produk baru, tetapi juga soal transparansi dan aksesibilitas.
“Inisiatif ini bertujuan meningkatkan benchmark investasi yang transparan, aksesibilitas investor, serta produk pasar modal Indonesia yang relevan dengan tren global,” tegas Rosan.
Dengan adanya sinergi antara regulator bursa dan badan pengelola investasi ini, diharapkan pasar modal Indonesia akan semakin atraktif dan mampu menjadi pemain kunci di tingkat regional maupun global.













