Faktapalembang.id, NASIONAL – PT Pertamina (Persero) mengambil langkah responsif dalam membantu penanganan bencana di Aceh. Perusahaan pelat merah ini mengalihfungsikan fasilitas pendukung pada sumur penghasil gas bumi di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi sumber listrik darurat. Inisiatif ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi warga penyintas banjir yang mengalami pemadaman listrik total.
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengonfirmasi bahwa pasokan listrik yang dimanfaatkan warga tersebut berasal dari fasilitas Rig PDSI#19.1 yang dioperasikan oleh Pertamina Drilling.
Rig Superintendent Pertamina Drilling, Surya Budiman, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena melihat urgensi kebutuhan komunikasi warga yang terputus akibat bencana.
“Sejak awal bencana, listrik dan sinyal mati. Padahal warga sangat membutuhkan ponsel untuk mengabarkan kondisi mereka kepada keluarga. Kami hanya berusaha membantu sebisanya,” kata Surya Budiman.
Operasional Rig Sempat Terhenti
Surya memaparkan bahwa aktivitas pengeboran di sumur gas tersebut sempat berhenti beroperasi sementara sejak 26 November 2025. Penghentian ini disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem dan dampak banjir yang meluas.
Meskipun operasional utama terhenti, fasilitas kelistrikan di area rig tetap dinyalakan dan dialihkan fungsinya sebagai sumber listrik darurat bagi masyarakat sekitar. Kini, meski Rig PDSI#19.1 telah kembali beroperasi normal per 16 Desember 2025, Pertamina tetap membuka akses pengisian daya bagi warga.
Area pengisian daya ditempatkan di luar zona kerja utama dengan penerapan protokol keselamatan yang ketat demi keamanan warga.
Warga Enam Desa Padati Lokasi Pengeboran
Kabar mengenai adanya akses listrik ini disambut antusias oleh masyarakat. Warga dari enam desa terdampak, yakni Desa Alur Batu, Alur Cucur, Alur Manis, Landu, Tempel, dan Lumpuran, berbondong-bondong mendatangi lokasi rig, terutama pada malam hari.
“Begitu mendengar adanya sumber listrik yang bisa dimanfaatkan pada malam hari, warga dari enam desa yakni Alur Batu, Alur Cucur, Alur Manis, Landu, Tempel, dan Lumpuran, datang berbondong-bondong,” tulis pernyataan Bakom RI.
Siti (38), salah satu warga, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas ini karena bisa kembali terhubung dengan kerabatnya.
“HP saya sudah mati dua hari. Kami tidak bisa hubungi saudara sama sekali. Begitu dengar bisa ngecas di sini, rasanya seperti dapat kabar baik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rahmad (45), yang memanfaatkan listrik tersebut untuk mengisi daya lampu darurat sebagai satu-satunya penerangan di rumahnya yang gelap gulita.
“Kalau malam gelap sekali. Anak-anak takut. Lampu emergency ini sangat membantu,” katanya.
Penyaluran Bantuan Logistik
Selain menyediakan akses energi, Pertamina Drilling juga menyalurkan bantuan kemanusiaan lainnya untuk meringankan beban korban banjir. Bantuan tersebut berupa makanan siap santap, paket sembako, dan air bersih.
Yuliana (41), warga Desa Landu, mengapresiasi bantuan tersebut di tengah keterbatasan logistik pascabencana.
“Dalam kondisi seperti ini, bantuan makanan dan air sangat berarti. Setidaknya kami tidak merasa sendirian,” tuturnya.













