Lima Rumah Rusak Berat, Angin Puting Beliung Terjang Desa Banyuputih Situbondo

kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terjangan angin puting beliung yang melanda Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Kamis (15/1). (Dok. BNPB)

Faktapalembang.id, NASIONAL – Cuaca ekstrem kembali memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Timur. Fenomena angin puting beliung dilaporkan menerjang permukiman warga di Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Kamis (15/1).

Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan tempat tinggal dan memberikan dampak langsung kepada belasan kepala keluarga di wilayah tersebut.

Rincian Kerusakan Materiil

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (16/1) pagi, kejadian ini berdampak pada 15 Kepala Keluarga (KK). Kerusakan infrastruktur rumah warga bervariasi mulai dari tingkat ringan hingga berat.

“Peristiwa ini dilaporkan terjadi di Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, yang mengakibatkan 15 KK terdampak. Rinciannya, lima unit rumah mengalami rusak berat, satu unit rusak sedang, dan 10 unit rumah rusak ringan,” tulis laporan resmi BNPB.

Kerusakan berat umumnya terjadi pada bagian atap rumah yang terhempas oleh kencangnya pusaran angin, sementara kerusakan ringan meliputi beberapa bagian bangunan yang terdampak material terbang.

BPBD Lakukan Pendataan

Merespons kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo segera bergerak ke lokasi kejadian. Tim Reaksi Cepat (TRC) diterjunkan untuk melakukan kaji cepat dan membantu warga terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berada di lapangan untuk memastikan data kerusakan yang akurat serta melakukan penanganan darurat yang dibutuhkan warga.

“BPBD Kabupaten Situbondo masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak,” tambah keterangan tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, mengingat peringatan dini terkait bencana hidrometeorologi masih berlaku di sejumlah wilayah Indonesia. Jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, warga diminta untuk menjauhi bangunan yang rapuh atau pohon besar guna menghindari risiko tertimpa material.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *