Faktapalembang.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah strategis untuk memitigasi dampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Jawa Tengah. Salah satu upaya utamanya adalah menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengendalikan curah hujan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten Pati dan sekitarnya, Sabtu (17/1/2026).
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menjelaskan bahwa langkah ini sangat krusial mengingat eskalasi intensitas hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi. Melalui operasi ini, BNPB menargetkan curah hujan dapat dikendalikan sehingga tidak mencapai level ekstrem yang berpotensi memperparah kondisi banjir.
Tambah Armada Pesawat
Untuk memaksimalkan operasi udara tersebut, BNPB telah mengerahkan dua unit pesawat. Armada ini sebelumnya dioperasikan untuk penanganan bencana serupa di wilayah Sumatra. Tidak hanya mengandalkan kekuatan pusat, Kepala BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk turut berkontribusi menambah armada.
“Sebelum ke sini, saya berkomunikasi dengan Bapak Gubernur. Saya meminta untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca di Jawa Tengah,” ujar Suharyanto saat memberikan arahan di Kantor Bupati Pati, Sabtu (17/1).
Suharyanto menambahkan, berdasarkan prediksi, curah hujan sepanjang Januari masih tergolong tinggi. Ia berharap intensitas hujan lebat hingga ekstrem akan mereda pada bulan depan. Oleh karena itu, selama potensi cuaca ekstrem masih ada, Operasi Modifikasi Cuaca akan terus dilakukan secara intensif.
“Meskipun tadi sudah ada dua pesawat melaksanakan OMC, di Jepara saja mulai tadi malam (16/1) sampai tadi pagi hujan terus sehingga saya meminta perkuatan juga dari provinsi,” imbuhnya.
Targetkan Penurunan Intensitas
Sinergi armada antara BNPB dan pemerintah provinsi diharapkan mampu mengurangi intensitas hujan secara signifikan di wilayah Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, dan Demak. Kepala BNPB menegaskan bahwa tujuan operasi ini adalah menurunkan intensitas hujan, bukan menghentikannya secara total.
“Tapi tetap hujannya akan ada tapi tidak seekstrem yang terjadi empat hari yang lalu,” jelasnya.
Ia optimis intervensi teknologi ini dapat membantu proses pemulihan wilayah terdampak dalam beberapa hari ke depan.
“Jadi untuk yang OMC ini, kita akan melaksanakan terus. Mudah-mudahan dalam waktu beberapa hari ke depan, kalau memang hujannya tidak berhenti secara total, paling tidak bisa dikurangi,” harap Suharyanto.
Puluhan Ton Garam Disemai
Berdasarkan data operasional pada Sabtu (17/1), pesawat jenis Cessna tercatat melakukan 5 sorti penerbangan dengan menebarkan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) seberat 4.000 kg dan Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 1.000 kg. Sementara itu, satu pesawat lainnya menebar 5.000 kg NaCl dalam 5 sorti.
Secara akumulatif sejak awal operasi, kedua pesawat tersebut telah melakukan total 21 sorti penerbangan. Sebanyak 21.000 kg bahan semai telah ditaburkan di langit Jawa Tengah untuk memecah konsentrasi awan hujan di wilayah target.
Tinjau Lokasi Terdampak
Selain memantau operasi udara, Kepala BNPB beserta rombongan juga melakukan peninjauan langsung di lapangan. Setelah rapat koordinasi dengan Bupati dan Forkopimda Pati, rombongan mengunjungi pos pengungsian di Balai Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, untuk menyalurkan bantuan logistik.
Kunjungan dilanjutkan ke Desa Gajah, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Di lokasi ini, Suharyanto meninjau upaya pemompaan air di titik luapan sungai dan menyerahkan bantuan kepada warga setempat. BNPB memastikan dukungan penuh, mulai dari logistik, personel pos komando, hingga teknologi modifikasi cuaca, terus berjalan untuk penanganan bencana di Jawa Tengah.













