Faktapalembang.id, NASIONAL – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung ekosistem kebudayaan nasional melalui dukungan finansial. Menbud mengumumkan bahwa program bantuan pemerintah untuk pelaku budaya, yakni Dana Indonesiana, dijadwalkan akan kembali dibuka untuk publik pada bulan Februari 2026.
Dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, Fadli Zon menjelaskan bahwa skema pembiayaan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi berbagai proyek pemajuan kebudayaan. Pemerintah mendorong para pelaku budaya untuk memanfaatkan fasilitas ini guna melestarikan warisan leluhur.
“Kami memiliki satu skema pembiayaan, yaitu Dana Indonesiana, yang dapat dimanfaatkan untuk proyek-proyek kebudayaan. Saat ini skema tersebut sedang ditutup dan akan dibuka kembali pada bulan Februari 2026. Dana Indonesiana berlaku untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya, khususnya yang telah diakui oleh UNESCO, seperti silat,” ujar Menteri Kebudayaan.
Kolaborasi dengan Federasi Silat Belanda
Fokus penguatan budaya ini juga merambah ke kancah internasional. Kementerian Kebudayaan tengah menjajaki penguatan kerja sama dengan Nederlandse Pencak Silat Federatie (NPSF) atau Federasi Pencak Silat Belanda. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan kebudayaan melalui skema hibah, pendidikan, serta kolaborasi dengan diaspora.
Pencak silat, sebagai Warisan Budaya Takbenda yang telah diakui UNESCO, dinilai memiliki potensi strategis sebagai alat diplomasi budaya atau soft power Indonesia di mata dunia.
Perwakilan NPSF, Bradley Jacobs, menyatakan bahwa pihaknya aktif membangun jejaring dengan pemangku kepentingan baik di Eropa maupun di Indonesia, termasuk dengan tokoh budaya di wilayah Surakarta. Menurutnya, silat memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar aktivitas fisik.
“NPSF menegaskan bahwa silat tidak hanya dipandang sebagai cabang olahraga, tetapi juga sebagai medium pelestarian budaya,” jelas Bradley.
Potensi Diaspora di Eropa
Kolaborasi ini didasari oleh data demografis yang potensial. Tercatat sekitar 20 persen populasi Belanda, atau setara dengan 2 hingga 2,5 juta orang, memiliki garis keturunan Indonesia. Angka ini menjadi modal besar bagi pengembangan diplomasi budaya melalui Dana Indonesiana dan kegiatan silat.
NPSF sendiri telah mengembangkan program berbasis silat yang merujuk pada nilai-nilai filosofis tradisi. Program tersebut disusun melalui kajian internal untuk menjawab kebutuhan komunitas di negara-negara Eropa yang memiliki populasi diaspora Indonesia cukup besar.













