96 Unit Huntara di Pidie Jaya Capai 95 Persen, Target Selesai Sebelum Ramadhan

Pekerja sedang menyelesaikan tahap akhir pembangunan unit huntara di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang menggunakan konsep modular guna mempercepat hunian bagi warga terdampak bencana. (Dok. Ist)

Faktapalembang.id, NASIONAL – Pembangunan 96 unit hunian sementara (huntara) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kini telah mencapai progres 95 persen. Proyek yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT. PP (Persero) Tbk ini ditargetkan rampung sepenuhnya dan siap dihuni oleh para penyintas bencana sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 2026.

Saat ini, pengerjaan di lapangan sedang memasuki tahap akhir, termasuk pemasangan furnitur di setiap unit. Kehadiran huntara di Kabupaten Pidie Jaya ini sangat dinantikan oleh warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November tahun lalu.

Progres Pembangunan dan Target Penyelesaian

Site Operational Manager PT. PP (Persero) Tbk, Mario Jesayas, menjelaskan bahwa pihaknya dipercaya untuk membangun hunian di dua titik lokasi strategis. Lokasi pertama berada di area pemukiman yang telah ditentukan, sementara lokasi kedua terletak di kawasan dekat stadion Pidie Jaya.

“Kami dari PT. PP dipercayakan membangun untuk dua area lokasi yang pertama lokasi satu ini, kemudian lokasi dua di area dekat stadion,” ujar Mario Jesayas di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Pihak pengembang optimis bahwa sisa pengerjaan sebesar lima persen dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh fasilitas pendukung di dalam unit hunian sudah terpasang dengan baik.

“Untuk di lokasi satu ini perkembangannya mencapai 95 persen, harapan kami Rabu sudah bisa diselesaikan,” tambahnya.

Konsep Modular untuk Pembangunan Cepat

Pembangunan 96 unit hunian ini dirancang untuk menampung sekitar 120 Kepala Keluarga (KK). Untuk mengejar target waktu yang sempit, Kementerian PU dan PT. PP menggunakan konsep hunian modular. Teknologi ini memungkinkan pengiriman bahan dari Jakarta dan perakitan di lokasi dilakukan dalam waktu hanya dua minggu.

“Secara konsep, hunian modular ini didesain khusus untuk dapat segera dibangun dengan cepat. Jadi kami pilih konsep modular yang memang sudah didiskusikan dengan Kementerian PU,” ungkap Mario.

Meskipun berstatus hunian sementara, setiap unit telah dilengkapi dengan fasilitas dasar yang layak. Setiap unit huntara akan diisi dengan dua tempat tidur, satu almari, dan satu kipas angin untuk menunjang kenyamanan para penghuninya.

Fasilitas Umum dan Lingkungan Komunal

Selain unit tempat tinggal, pengembang juga menyediakan berbagai fasilitas umum di setiap lokasi huntara di Kabupaten Pidie Jaya. Fasilitas ini mencakup mushala berukuran 6×6 meter, tempat bermain anak, dapur umum, serta toilet komunal yang dipisahkan antara area pria dan perempuan.

“Untuk masing-masing blok itu ada area komunal untuk toilet, nanti dipisah mungkin, ada yang khusus pria dan perempuan,” jelas Mario.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah menyerahkan 212 kunci huntara pada Sabtu (14/2/2026) kepada warga terdampak. Dengan tambahan 96 unit yang sedang dikebut pengerjaannya ini, diharapkan beban para penyintas banjir bandang dapat berkurang saat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *