Faktapalembang.id, NASIONAL – Sembilan pekerja yang diduga melakukan aktivitas tambang emas ilegal Sijunjung meninggal dunia akibat tertimbun material longsor di Kecamatan Koto VII pada Kamis (14/5/2026) siang.
Peristiwa nahas yang merenggut banyak korban jiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba pada area penambangan sekitar pukul 12.30 WIB.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Barat Kombes Polisi Susmelawati Rosya membenarkan adanya insiden maut di lokasi tersebut.
“Hasil koordinasi kami, ada sembilan korban dari 12 pekerja tambang yang berada di lokasi saat kejadian,” kata Susmelawati di Kota Padang, Jumat (15/5/2026).
Tiga orang pekerja tambang lainnya dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dari timbunan longsoran material tanah di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi awal dari aparat kepolisian, terdapat sebuah tebing curam yang berjarak sekitar 30 meter dari titik para korban bekerja.
Tebing tinggi tersebut diduga kuat mengalami longsor secara mendadak dan materialnya langsung menimpa para pekerja di bawahnya.
Proses pencarian dan evakuasi terhadap seluruh korban pekerja tambang emas ilegal Sijunjung tersebut dilakukan secara bertahap oleh petugas gabungan bersama warga.
Polisi bersama masyarakat setempat berhasil menemukan serta mengevakuasi lima korban pertama dari timbunan tanah pada pukul 15.00 WIB.
Empat jenazah pekerja tambang lainnya baru berhasil ditemukan pada operasi pencarian yang berlanjut hingga sore harinya.
“Ketika ditemukan keluarga langsung membawa jenazah ke rumah masing-masing untuk dimakamkan,” kata dia.
Polda Sumatera Barat bersama pemerintah provinsi setempat menegaskan komitmen mereka untuk terus menertibkan berbagai permasalahan tambang tak berizin di wilayahnya.
Aparat keamanan secara berkelanjutan telah melakukan berbagai upaya preventif mulai dari imbauan, edukasi, hingga penindakan langsung ke lapangan.
“Dalam bulan ini kita juga turun besar-besaran ke Kota Sawahlunto, Solok dan Pasaman. Semua upaya kita lakukan termasuk mencarikan solusi permanen mengenai permasalahan ini,” ujarnya.
Petugas kerap menemui kendala di lapangan karena para pelaku tambang sering kali menghentikan aktivitas saat razia berlangsung dan kembali beroperasi setelah operasi selesai.
“Ya, ini dilema masalah tambang ilegal seperti itu,” ujarnya.
Pihak kepolisian sejauh ini belum merilis rincian identitas resmi dari sembilan korban yang meninggal dunia dalam tragedi longsor tersebut.













