Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir di Cirebon Usai Hujan Deras Melanda

Faktapalembang.id, NASIONAL – Bencana hidrometeorologi berupa banjir merendam ribuan rumah warga di wilayah Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat pada Senin (18/5/2026).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa insiden banjir di Cirebon ini dipicu secara langsung oleh hujan dengan intensitas tinggi.

Tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan peningkatan debit air sungai hingga akhirnya meluap deras dan membanjiri kawasan perumahan masyarakat sekitar.

Genangan air dilaporkan merendam sejumlah titik lokasi yang meliputi Kelurahan Kalijaga dan Kelurahan Harjamukti di kawasan administratif Kecamatan Harjamukti.

Luapan air sungai juga berdampak langsung pada Kelurahan Pegambiran dan Kelurahan Kasepuhan yang berada tepat di kawasan Kecamatan Lemahwungkuk.

Titik genangan lainnya turut merendam secara luas kawasan permukiman warga di Kelurahan Drajat Kecamatan Kesambi serta Kelurahan Jagasatru Kecamatan Pekalipan.

Berdasarkan data kaji cepat sementara dari lembaga kebencanaan nasional tercatat sebanyak 1.363 unit rumah warga terdampak langsung oleh peristiwa tersebut.

Bencana alam ini juga mengakibatkan sebanyak 5.139 jiwa dari berbagai kelurahan tersebut harus merasakan dampak merugikan akibat genangan air.

Tingginya genangan air bahkan terpaksa membuat sedikitnya 30 orang warga segera mengevakuasi diri dan mengungsi sementara waktu ke rumah kerabat terdekat.

Kondisi terkini di lapangan menunjukkan bahwa genangan air banjir di Cirebon sudah mulai berangsur surut secara perlahan pada permukiman warga.

Meskipun demikian ketinggian air yang merendam kawasan perumahan penduduk dilaporkan masih bervariasi yakni berkisar antara 40 hingga 150 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cirebon telah mengerahkan personel untuk segera melakukan penanganan darurat dan evakuasi warga ke tempat aman.

Pemerintah secara resmi mengimbau masyarakat daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan penuh terhadap berbagai potensi ancaman bahaya hidrometeorologi basah susulan.

Apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi masyarakat diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri melalui titik jalur yang paling aman.

Warga yang tinggal menetap di kawasan bantaran sungai juga diminta secara khusus untuk rutin memantau perkembangan ketinggian muka air harian.

Pemerintah senantiasa mengingatkan masyarakat luas agar selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca terkini yang diterbitkan langsung oleh pihak lembaga resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *